Bisnis Online
Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Tips Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Linux. Tampilkan semua postingan

Cara Aman Membersihkan File Sampah Pada Ubuntu



Salah satu di antara masalah dalam sistem operasi adalah munculnya file-file sampah. Termasuk di antaranya file sementara (temporary files) yang seringkali sudah tidak dimanfaatkan lagi. Persoalannya bagi semua sistem operasi, file-file sampah tersebut berisiko akan menumpuk dalam kapasitas yang cukup besar, bahkan bisa melampaui ukuran kapasitas sistem operasi. Dalam lingkungan GNU/Linux terdapat beberapa aplikasi pengelolaan file sampah. Tetapi dari berbagai sumber menyebutkan, aplikasi-aplikasi tersebut ternyata sangat berisiko menyebabkan sistem operasi Linux menjadi tidak stabil. Berikut ini akan diulas mengenai tips mengelola file-file sampah pada sistem operasi Linux Ubuntu maupun Mint.

Bagi pengguna OS Linux mungkin pernah mendengar nama aplikasi pembersih seperti Bleachbit dan Ubuntu Janitor. Kedua aplikasi tersebut memiliki fungsi untuk mengelola file-file sampah pada sistem operasi Linux. Beberapa sumber yang dihimpun menyarankan agar berhati-hati dan sebaiknya tidak menggunakan kedua aplikasi tersebut. Bleachbit maupun Janitor menggunakan metode pembersihan file sampah yang kurang lebih sama dengan aplikasi pembersih pada OS Windows (seperti CCleaner). Ini sangat fatal sekali, karena GNU/Linux tidak mengenal istilah defragmentasi ruang yang disebabkan dari file-file sampah. Jangan pernah beranggapan file-file sampah pada OS Windows sama dengan OS Linux. Satu-satunya risiko dari file-file sampah pada OS Linux hanyalah berakibat pada penumpukan kapasitas, tetapi tidak berakibat pada kinerja sistem operasi.

Saya pernah menggunakan keduanya, Bleachbit maupun Janitor. Saya sudah cukup berhati-hati dengan hanya memilih opsi pembersihan yang dianggap aman. Hasil review diketahui terdapat sekitar hampir 3,8 Gb yang perlu dibersihkan. Setelah dilakukan pembersihan, tidak lama kemudian sering muncul notifikasi (pesan) error. Cukup mengganggu, karena dalam sehari saja bisa muncul 7-10 kali. Untungnya, penyelesaiannya tidak sulit. Hanya membutuhkan update melalui update manager maupun Synaptic Package Manager. Baru diketahui, ternyata di antara paket yang disebutkan perlu untuk dibersihkan, ternyata masih dibutuhkan.

Synaptic Package Manager: Clear The Update Cache
Setiap kali melakukan update, GNU/Linux akan mengunduh paket yang hendak diperbaharui ke folder temporer. Setelah selesai melakukan update ataupun ugprade, file tersebut dibiarkan teronggok di folder temporer. Beberapa mungkin masih bisa difungsikan kembali, tetapi lebih banyak yang tidak bisa difungsikan setelah update. Ada dua langkah yang perlu dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Synaptic Package Manager (SPM). Jalankan aplikasi SPM, kemudian masuk ke menu [Setting, Preferences, Files]. Berikan opsi (dot) pada [Delete downloaded package after installation]. Kemudian tekan tombol [Delete cache package files].

Pada window SPM, pilih opsi [Status] yang terletak pada kolom tampilan sebelah kiri. Kemudian klik opsi [Not Installed (residual config)]. Pada kolom di sebelah kanan akan ditampilkan daftar file residual config. Pilih seluruh paket dengan shorcut [Ctrl] + [A], kemudian klik kanan pada tampilan pilihan, lalu pilih [Mark for Complete Removal]. Lakukan langkah tersebut setiap kali menemukan baris opsi [Not Installed (residual config)]. Lakukan pengecekan berkala setiap 3-4 bulan sekali.

Thumbnail Cache
Thumbnail Cache adalah suatu file yang diperuntukkan bagi file dengan format grafis yang akan ditampilkan melalui file explorer. Fungsinya agar File Explorer tidak membutuhkan waktu yang lama setiap kali membuka file grafis. Thumbnail Cache akan senantiasa dibuat, setiap kali dilakukan akses thumbnail picture melalui file explorer. Bagi sebagian kalangan pengguna, Thumbnail Cache cukup bermanfaat, karena mempercepat proses pembukaan atau akses file grafis. Tetapi jika folder yang berisikan file grafis tersebut sudah tidak pernah lagi diakses, tentu saja thumbnail cache akan menjadi file sampah.

Jika menghendaki untuk segera menghapus Thumbnail Cache Files, bukalah konsol terminal, kemudian ketikkan baris perintah di bawah ini.

rm -f ~/.thumbnails/normal/*

Nantinya keseluruhan thumbnail cache files akan dihapus di keseluruhan folder yang terdapat file grafis. Cara ini sebaiknya tidak perlu dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Disarankan untuk melakukan cara tersebut setiap 5-6 bulan sekali.

Jika memilih untuk tetap mempertahankan thumbnail cache files, tetapi hendak membatasi ukurannya, jalankan aplikasi di bawah dengan perintah pada konsol terminal sebagai berikut:

dconf-editor

Aplikasi Cofiguration Editor sudah ada pada Ubuntu 12.10. Jika belum memiliki bisa di-install melalui software center. Setelah muncul tampilan window dconf-editor, bukalah opsi pilihan [Org, gnome, desktop, thumbnail-cache]. Nanti di sebelah kanan akan muncul 2 opsi pengaturan thumbnail cache. Opsi [maximum-age] menyatakan lama hari thumbnail cache files akan tetap disimpan. Nilai default-nya 180 hari atau 6 bulan. Sebaiknya diturunkan angkanya menjadi 90 hari. Kemudian di bawahnya tertera opsi [maximum-size] yang menyatakan besarnya ukuran (size) tertinggi yang diperkenankan (dinyatakan dalam satuan mega bytes. Nilai default-nya sebesar 512 Mb. Sebaiknya nilainya diturunkan menjadi 64-128 Mb. Setelah selesai, tutuplah (close) aplikasi dconf-editor.

Remove Old Kernels
Anda mungkin pengguna yang pernah melakukan update Kernel OS Linux. Bisa jadi telah melakukan update Kernel hingga lebih dari 5 kali. GNU/Linux memang sengaja membiarkan Kernel Linux sebelumnya tetap dipertahankan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila versi Kernel yang baru saja di-update ternyata tidak cocok atau tidak stabil. Keberadaan Old Linux Kernel bisa diketahui melalui Grub Boot Menu yang bertuliskan, “Previous Linux versions”. Atau pada header Ubuntu 12.10 dituliskan “Advanced option for Ubuntu”. Perlu diketahui, ukuran keseluruhan file pada Old Linux Kernel bisa mencapai ratusan mega bytes, tergantung seberapa banyak selama ini telah melakukan update Kernel.

Old Linux Kernel sesungguhnya bisa mengindikasikan seberapa sistem operasi Linux dinyatakan masih relatif aman dengan tersimpannya cadangan Kernel versi sebelumnya. Tetapi dengan banyaknya frekuensi update Kernel, tentu saja hanya ada satu di antara Old Linux Kernel yang hanya dipergunakan sebagai Kernel cadangan. Untuk menghapus Old Linux Kernal yang dianggap tidak lagi diperlukan, pergunakanlah aplikasi Synaptic Package Manager (SPM). Jalankan SPM, kemudian pada opsi [Status], pilih opsi paket [Installed]. Carilah kotak pencarian bertuliskan [Quick Filter], kemudian masukkan kata kunci “Kernel 3.5” (tanpa tanda kutip). Untuk setiap versi Kernel, setidaknya harus sebanyak 3 paket yang akan dipilih. Berikan tanda berupa [Mark for complete removal]. Klik tombol [Apply] untuk memulai prosedur penghapusan Old Linux Kernel versi 3.5. Selanjutnya, lakukan restart untuk membersihkan baris pengaturan pada Grub Menu.

Sebagai catatan, mungkin saja total keseluruhan Old Linux Kernel yang tersimpan pada komputer Anda telah mencapai ukuran di atas 1 Gb. Tetapi apabila selama ini baru melakukan 2-3 update Kernel Linux, sebaiknya opsi pembersihan Old Kernel Linux belum diperlukan. Opsi pembersihan Old Kernel Linux hanya dibutuhkan bagi yang pernah meng-upgrade versi Kernel hingga lebih dari 5 kali.



Sumber

How to Kill X Server Ubuntu

Singkat cerita terkadang, ketika kita lagi asyik utak atik Compiz Fusion di ubuntu, untuk menampilkan beberapa efek tambahan yang ada di dalamnya, laptop atau komputer kita tiba tiba hang atau jadi tidak beraturan, hanya mouse saja yang bisa digerakan, tapi yang lainnya tidak bisa, dan alhasil matikan secara paksa deh dari tombol power, yang kita tahu kalo sering seperti itu maka akan memperpendek umur komputer atau laptop sobat semua, alias kemungkinan untuk rusak lebih besar. Nah sekarang gak usah terlalu dikhawatirkan persoalan itu, Solusinya adalah kita hanya perlu merestart atau kill x server yang sedang berjalan, dan cara ini saya rekomendasikan sebelum sobat semua mengoprek lebih jauh ubuntu atau linux sobat semua, insyaallah bisa digunakan disemua distro linux, dan caranya cukup mudah ikuti langkah singkat berikut :

Langkah 1, Buka system settings


Langkah 2, Cari dan buka pengaturan Keyboard Layouts
Langkah 3, Klik Options pada pojok kanan bawah,


Langkah 4, Cari "Key Squence to Kill the X Server", kemudian beri tanda cheklist pada kombinasi tombolnya, kemudian klik close.
Langkah 5, lakukan percobaan, tekan kombinasi tombol keyboard CTRL + ALT + Backspace, maka ubuntu sobat akan kembali kepada halaman login. dan itu pertanda bahwa X Server sudah berhasil terestart.. 
Nah konfigurasi sudah disetting jadi, apabila suatu ketika lagi asyik mainan ubuntu dan tiba tiba terjadi sesuatu yg membingungkan alias problem yang cukup melatih kesabaran, sobat hanya perlu tekan tombol kombinasi keyboard CTRL + ALT + Backspace. dan kembali login untuk melanjutkan kegiatan, jadi gak perlu matiin paksa kalo ubuntunya lagi ngadet.

Note : apabila sobat melakukan ini maka semua program atau aplikasi yang sedang berjalan pun akan tertutup semua.

Sumber

Mempercepat Kinerja Ubuntu

Menurut saya pribadi, Ubuntu/Linux sudah berjalan cukup cepat jika dibandingkan dengan Windows 7. Ditambah lagi dengan iritnya space hard disk yang digunakan, sebagai perbandingan partisi root saya hanya terpakai sekitar 7 GB sedangkan dahulu ketika memakai Windows, saya bisa menghabiskan 20 sampai 30 GB untuk partisi sistem. Tujuh giga di Ubuntu sudah termasuk aplikasi-aplikasi yang saya pakai sehari-hari, jadi bisa kalian hitung sendiri berapa space hard disk yang bisa dihemat dengan menggunakan Ubuntu/Linux. OK, kembali ke topik, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi info mengenai cara mempercepat kinerja Ubuntu. Tidak ada benchmark atau perhitungan ilmiah mengenai perubahan kecepatan yang akan terjadi, saya hanya menggunakan indera dan perasaan yang dikaruniakan oleh Alloh SWT untuk mengetes trik ini :)

 
Mempercepat kinerja Ubuntu/Linux

Mengurangi nilai swappiness
Di Linux, dikenal adanya partisi swap yang berguna sebagai memori cadangan jika memori utama (RAM) sudah habis. Jika kalian mempunyai memori (RAM) lebih dari 1GB ada baiknya kalian mengurangi nilai swappiness alias  biarkan RAM yang meng-handle semua proses yang ada karena bagaimana pun RAM lebih cepat daripada hard disk. Untuk mengubah nilai swappiness, tambahkan baris "vm.swappiness=10" pada file "/etc/sysctl.conf". Jika baris "vm.swappiness" sudah ada, cukup ganti nilainya menjadi "10".

 
Menambahkan baris vm.swappiness=10

Menginstal preload
Preload akan membuat cache aplikasi yang sering dipakai di hard disk atau di memori. Dengan adanya cache ini aplikasi bisa dibuka lebih cepat.
  1. sudo apt-get install preload  
Setelah terinstal, preload akan dijalankan secara otomatis ketika booting. Biasanya aplikasi harus dibuka 20-30 kali agar cache dapat dibuat oleh preload, jadi gunakan komputer secara normal seperti keseharian kalian agar mendapatkan hasil yang optimal.

Mematikan service dan start-up yang tidak dibutuhkan
Sebagai contoh, kita tidak mempunyai Bluetooth di komputer, apa gunanya mengaktifkan service Bluetooth? Dengan mematikan service dan start-up yang tidak dibutuhkan, secara otomatis akan mempercepat proses booting komputer.

Mematikan start-up yang tidak dibutuhkan
Untuk melakukannya, ketik perintah berikut di Terminal:
  1. gnome-session-properties  

 
Mematikan start-up yang tidak dibutuhkan

Untuk mematikan start-up, cukup hilangkan centang pada entri yang dimaksud.

Mematikan service yang tidak dibutuhkan
Untuk dapat mematikan service, kalian harus menginstal aplikasi yang bernama "sysv-rc-conf". Ketik perintah berikut untuk menginstalnya:
  1. sudo apt-get install sysv-rc-conf  
Setelah terinstal, jalankan dengan mengetik perintah berikut:
  1. sudo sysv-rc-conf  

 
Mematikan service yang tidak dibutuhkan

Nah, kalian dapat mematikan service yang tidak diinginkan dengan menghilangkan tanda "X" pada service yang dimaksud. Jika kalian bingung mengenai penjelasan dari services yang ada, silakan klik di sini untuk penjelasan singkatnya.

Menggunakan aplikasi yang ringan
Di Ubuntu/Linux tersedia banyak aplikasi yang siap instal tanpa harus membayar, ada aplikasi kaya fitur namun cukup berat ada juga aplikasi yang sederhana dan ringan. Sebagai contoh, untuk aplikasi BitTorrent Client ada Vuze yang kaya fitur namun cukup berat, ada juga Transmission yang sederhana dan ringan. Tentu saja, semua keputusan untuk menggunakan aplikasi berada di tangan kalian. Saran saya gunakan aplikasi yang benar-benar kalian butuhkan fiturnya.

Bonus: Mempercepat OpenOffice/LibreOffice
Saya sudah membuat artikel mengenai hal ini, silakan klik di sini untuk merujuk ke artikel yang saya maksud.

Catatan: Saya tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan di komputer kalian karena mengikuti tutorial ini, lakukan dengan resiko ditanggung sendiri.

Perintah Dasar di Terminal Ubuntu


Pada saat pertama kali membuka terminal tulisan yang tampil adalah “namauser@namakomputer:~$”. Contoh di komputer saya yang tampil “kayla@ubuntu:~$” artinya kayla = username, ubuntu = nama komputer/hostname, ~ lokasi folder aktif sekarang berada di folder home si user, dan $ artinya sedang dalam posisi user biasa, jika bukan $ tetapi # berarti dalam posisi root(administrator).

File dan Folder
  • Melihat petunjuk pemakaian perintah : $ man namaperintah. Contoh mau melihat manual perintah pwd : $ man pwd
  • Melihat alamat folder aktif : $ pwd
  • Pindah ke folder home si user : $ cd
  • Pindah folder : $ cd foldertujuan. Contoh pindah ke folder /usr : $ cd /usr
  • Pindah ke folder induk : $ cd .. [titik dua kali]. Contoh sekarang berada di folder /home/user/Documents/Data1/Data1a mau naik satu tingkat ke folder Data1 ketik $ cd ..
  • Melihat isi folder : $ ls
  • Membuat folder : $ mkdir namafolder
  • Membuat/mengedit file menggunakan text editor : $ nano namafile.txt atau $ vi namafile.txt
  • Melihat isi file text : $ cat namafile.txt atau $ more namafile.txt
  • Mengcopy file/folder : $ cp sumberfile foldertujuan
  • Merubah nama file/folder : $ mv namafileasli namafilebaru
  • Memindahkan file/folder : $ mv sumber tujuan
  • Hapus file : $ rm namafile
  • Hapus folder : $ rm -rf folder
  • Mencari file/folder : $ locate yang-dicari
  • Membersihkan layar : $ clear
  • Keluar dari terminal : $ exit
Root
  • Menjalankan perintah sebagai root : $ sudo namaperintah
  • Beralih ke mode root : $ sudo su, setelah memasukkan password tanda $ akan berubah menjadi #
  • Restart : $ sudo reboot
  • Shutdown : $ sudo poweroff
Repostiroy dan Paket
  • Update repository : $ sudo apt-get update
  • Upgrade paket : $ sudo apt-get upgrade
  • Install paket : $ sudo apt-get install nama-paket
  • Uninstall paket : $ sudo apt-get remove nama-paket
  • Install paket dari file .deb : $ sudo dpkg -i file-paket.deb
Kompresi File
  • Membuat file zip dari file : $ zip output.zip sumber-file
  • Membuat file zip dari direktori : $ zip -r output.zip sumber-direktori
  • Mengekstrak file zip : $ unzip namafile.zip -d folder-tujuan
  • Membuat file tar.gz : $ tar -cvzf output.tar.gz sumber-direktori
  • Mengkstrak file tar.gz : $ tar xzvf file.tar.gz
  • Mengekstrak file tar.gz dengan folder tujuan : $ tar xzvf file.tar.gz -C /folder/tujuan/harus/ada
Jaringan dan Internet
  • Cek koneksi jaringan : $ ping noip
  • Info settingan interface jaringan : $ ifconfig
  • Download : $ wget http://website.com/file.zip
Hardware dan System
  • Daftar hardware : $ sudo lshw
  • Daftar hardware PCI : $ sudo lspci
  • VGA yang digunakan : $ sudo lspci | grep VGA
  • Daftar hardware USB : $ sudo lsusb
  • Info processor : $ cat /proc/cpuinfo
  • Info memory : $ cat /proc/meminfo
  • Versi Ubuntu : $ cat /etc/issue
  • Versi Kernel : $ uname -a
  • Free space hdd : $ df -m
  • Free memory : $ free
  • System monitor : $ top
  • Info partisi : $ sudo fdisk -l
Sumber

Memperbaiki Tampilan GUI Aplikasi Windows Di Wine

Mengaktifkan Subpixel pada Wine


Sebelumnya membaca postingan kali ini, kamu jawab dulu pertanyaan saya.
  1. Apakah distro linux kamu terpasang aplikasi Wine? 
  2. Apakah kamu menjalankan aplikasi windows di Wine? 
  3. Apakah kamu ingin tampilan huruf pada aplikasi tersebut menjadi lebih halus? 
  4. Apakah kamu ingin aplikasi windows yang kamu jalankan di Wine terasa seperti aplikasi yang native
Jika kamu menjawab "Iya", maka lanjutkan membaca tutorial dibawah ini. hehe sok keren ya? :3



1. Install Fonts pada wineprefix

Banyak aplikasi windows yang membutuhkan jenis huruf (fonts) TrueType. Masalahnya wine tidak memiliki jenis fonts tersebut secara default. Kamu harus memasangnya menggunakan winetricks. Jalankan perintah berikut di terminal:

winetricks corefonts

Sebagai tambahan jika aplikasi yang kamu jalankan membutuhkan jenis huruf cina, korea, arab,atau jenis huruf lain yang tidak umum, kamu bisa memasang semua jenis huruf itu:

winetricks allfonts



2. Mengaktifkan font smoothing

Ini dilakukan agar huruf di wine menjadi lebih halus. Jalankan perintah dibawah ini satu persatu menggunakan terminal.

wget http://files.polosatus.ru/winefontssmoothing_en.sh 
sh winefontssmoothing_en.sh

Dengan menggunakan keyboard, kamu pilih nomer 3, lalu Ok.
Mengaktifkan Subpixel pada Wine

Sumber : ubuntugeek



3. Memasang thema Windows XP

Untuk tampilan yang lebih baik, kamu dapat memasang theme windows xp pada wine. Nantinya aplikasi yang kamu jalankan terasa seolah-olah sedang dijalankan pada windows.

Download dan ekstrak royale theme disini. Atur menggunakan winecfg.

Install tema windows pada wine



4. Atur resolusi layar yang cocok

Di Wine kita dapat mengubah-ubah resolusi layar hingga dirasa sesuai.

Mengatur screen resolution


Lihat bedanya.

Sumber

Dasar-dasar Linux


Linux terinspirasi oleh sistem operasi Unix yang pertama kali muncul pada tahun 1969, dan terus digunakan dan dikembangkan sejak itu. Banyak dari konvensi disain untuk Unix juga ada pada Linux, dan adalah bagian penting untuk memahami dasar-dasar dari sistem Linux.
Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah.

Direktori dan Sistem Berkas

Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti pohon. Level tertinggi dari sistem berkas adalah / atau direktori root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua dianggap sebagai berkas, termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa semua berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori root.
Sebagai contoh, /home/jebediah/cheeses.odt menampilkan alur (path) ke berkas cheeses.odt yang ada di dalam direktori jebediah yang mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).
Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di bawah ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :
  • /bin - aplikasi biner penting
  • /boot - lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
  • /dev - berkas peranti (device)
  • /etc - berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)...
  • /home - direktori pangkal (home) untuk pengguna
  • /lib - libraries yang diperlukan oleh sistem
  • /lost+found - menyediakan sistem lost+found untuk berkas yang berada dibawah direktori root (/)
  • /media - mount (memuat) removable media seperti CD-ROM, kamera digital, dll...
  • /mnt - untuk me-mount sistem berkas
  • /opt - tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
  • /proc - direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai kondisi sistem, termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
  • /root - direktori pangkal untuk root, diucapkan 'slash-root'
  • /sbin - sistem biner penting
  • /sys - mengandung informasi mengenai system
  • /tmp - berkas sementara (temporary)
  • /usr - tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna (users)
  • /var - berkas variabel seperti log dan database

Hak Akses

Semua berkas dalam sistem Linux mempunyai hak akses yang dapat mengizinkan atau mencegah orang lain dari menilik, mengubah atau mengeksekusi. Pengguna super "root" mempunyai kemampuan untuk mengakses setiap berkas dalam sistem. Setiap berkas memiliki pembatasan akses, pembatasan pengguna, dan memiliki asosiasi pemilik/grup.
Setiap berkas dilindungi oleh tiga lapis hak akses berikut ini:
  • pengguna
    berlaku bagi pengguna yang adalah pemilik dari suatu berkas
  • grup
    berlaku bagi grup yang berhubungan dengan suatu berkas
  • lainnya
    berlaku bagi semua pengguna lainnya
Di dalam setiap dari tiga setelan hak izin ada hak izin sesungguhnya. Hak izin, dan cara penggunaannya untuk berkas dan direktori, diuraikan dibawah ini:
  • baca
    berkas dapat ditampilkan/dibuka
    isi direktori dari ditampilkan
  • tulis
    berkas dapat disunting atau dihapus
    isi direktori dari dimodifikasi
  • eksekusi
    berkas eksekusi dapat dijalankan sebagai program
    direktori dapat dimasuki
Untuk menilik dan menyunting hak izin pada berkas dan direktori, buka Applications->Accessories->Home Folder dan klik kanan di berkas atau direktori. Kemudian pilih Properties. Info hak izin ada di tab Permissions dan Anda dapat mengubah seluruh level hak izin, apabila Anda adalah pemilik dari berkas tersebut.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai hak izin berkas di Linux, baca halaman hak izin berkas di Wiki Ubuntu.

Terminal

Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini adalah program seperti yang lainnya. Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, walaupun telah ada alat berbasis grafik untuk semua program, tetapi kadang-kadang itu semua tidak cukup. Disinilah baris perintah akan membantu Anda.
Terminal berada di Applications->Terminal . Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku sampai sekarang. Disini Anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.
Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban (browser) berkas dan kenyataannya saat ini masih digunakan sebagai peramban berkas, di saat lingkungan berbasis grafik tidak tersedia. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melihat berkas dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.

Perintah Umum

Menilik Direktori - ls
Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu direktori.
Membuat Direktori: - mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori: - cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori: - cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori: - rm (nama berkas atau direktori)
Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang Anda tentukan.
Mencari Berkas/Direktori: - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah locate akan setiap nama berkas yang anda tentukan yang ada di dalam komputer. Perintah ini menggunakan indeks dari berkas dalam sistem Anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, apabila komputer Anda nyala terus setiap hari. Dan perintah ini harus dijalankan dengan hak istimewa administratif (lihat “Root Dan Sudo”).
Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih berkas, seperti "*" (untuk semua berkas) atau "?" (untuk mencocokkan satu karakter).
Untuk pengenalan lebih lanjut mengenai baris perintah Linux, silakan baca pengenalan baris perintah di wiki Ubuntu.

Penyuntingan Teks

Semua konfigurasi dan setelan di Linux tersimpan di dalam berkas teks. Walaupun biasanya Anda menyunting konfigurasi ini melalui antarmuka berbasis grafik, sesekali mungkin Anda harus menyuntingnya secara manual. Geditadalah editor teks baku di Ubuntu, yang dapat Anda luncurkan dengan mengeklik Applications->Accessories->Mousepad di sistem menu desktop.
Anda juga dapat menjalankan Mousepad lewat baris perintah menggunakan gksudo, yang akan menjalankan Mousepad dengan hak akses administratif, dalam rangka untuk mengubah berkas konfigurasi.
Jika Anda ingin menggunakan editor teks dari baris perintah, Anda dapat menggunakan nano, editor teks sederhana yang mudah dipakai. Saat menjalankannya dari baris perintah, selalu gunakan perintah berikut, untuk memastikan editor tidak memasukkan jeda baris:
nano -w
Untuk informasi lebih lanjut bagaimana menggunakan nano, silakan lihat panduan di wiki.
Selain ini ada juga beberapa editor berbasis terminal yang tersedia di Ubuntu, paling populer adalah seperti VIM dan Emacs. Aplikasi ini lebih kompleks untuk digunakan dibandingkan nano, akan tetapi lebih handal.

Root Dan Sudo

Pengguna root di GNU/Linux adalah pengguna yang mempunyai akses administratif untuk mengelola sistem. Pengguna biasa tidak mempunyai akses ini karena alasan keamanan. Akan tetapi, Kubuntu tidak menyertakan pengguna root. Malahan, akses pengelolaan diberikan kepada pengguna individu, yang dapat menggunakan aplikasi "sudo" untuk melakukan tugas pengelolaan. Akun pengguna pertama yang Anda buat pada sistem saat instalasi akan, dengan baku, mempunyai akses ke sudo. Anda dapat membatasi atau mengaktifkan akses sudo ke pengguna lain dengan aplikasi Users and Groups (lihat “Mengelola Pengguna dan Grup” untuk informasi lebih lanjut).
Ketika Anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan hak akses root, sudo akan menanyakan Anda untuk memasukkan kata sandi pengguna normal. Hal ini untuk memastikan agar aplikasi berbahaya tidak merusak sistem Anda, dan berfungsi sebagai pengingat bahwa Anda sedang melakukan tugas administratif sistem yang mengharuskan Anda agar berhati-hati!
Untuk menggunakan sudo pada baris perintah, cukup ketik "sudo" sebelum perintah yang Anda ingin jalankan. Sudo kemudian akan menanyakan kata sandi.
Sudo akan mengingat kata sandi Anda untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya (bakunya 15 menit). Fitur ini didisain untuk mengizinkan pengguna melakukan multitugas administratif tanpa harus menanyakan kata sandi setiap waktu.
[Catatan]
Harap berhati-hati ketika melakukan tugas administratif -- sebab dapat merusak sistem Anda!
Beberapa tips lain untuk menggunakan sudo:
  • Untuk menggunakan terminal "root", ketik "sudo -i" pada baris perintah.
  • Seluruh grup perkakas konfigurasi berbasis grafik dalam Ubuntu sudah menggunakan sudo, jadi Anda akan ditanyakan kata sandi jika dibutuhkan.
  • Ketika menjalankan perkakas berbasis grafis dengan "sudo", cobalah jalankan dengan "gksudo". Perintah ini akan membuka window kecil yang akan menanyakan kata sandi pengguna. "gksudo" sangat berguna jika Anda ingin men-setup launcher untuk Synaptic di panel Anda, atau aplikasi lainnya.
  • Untuk informasi mengenai program sudo dan penjelasan tentang tidak adanya pengguna root di Ubuntu, silakan baca halaman sudo di wiki Ubuntui.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Kayla - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger